Tips Pengobatan yang Tepat

Mengenal Rambut Rontok, Gejala Dan Diagnosisnya

18 Jan 2024 | suhuacuan

Masalah rambut rontok sering dihadapi oleh banyak orang, baik perempuan maupun laki-laki. Masalah ini merupakan suatu kondisi ketika rambut terlepas dari kepala secara berlebihan. Kerontokan dapat dialami oleh siapapun tanpa mengenal usia.

Rambut yang normal biasanya berjumlah sekitar 100.000 helai. Saat rambut mengalami kerontokan, akan ada 50 sampai 100 helai yang terlepas dari kulit kepala setiap harinya. Kepala bisa mengalami kebotakan jika masalah kerontokan ini dibiarkan tanpa penanganan serius.

Gejala dan Diagnosa Rambut Rontok

Gejala kerontokan dapat muncul tiba-tiba yang berpotensi membuat Anda kurang percaya diri. Memangnya, bagaimana ciri-ciri atau gejala saat rambut mengalami kerontokan? Berikut beberapa indikasi masalah kerontokan yang sering muncul secara bertahap:

Menipisnya rambut di puncak kepala atau area ubun-ubun

  • Muncul pitak di kepala
  • Rambut di kepala menipis secara merata
  • Rambut di seluruh tubuh juga ikut rontok

Kerontokan pada rambut merupakan suatu masalah yang memerlukan perhatian serius. Jika rambut Anda mengalami kerontokan, jangan ragu untuk mendatangi dokter agar dilakukan diagnosis dengan tepat.

Dokter biasanya akan melakukan tanya jawab yang mendalam terkait masalah kerontokan tersebut. Anda juga akan ditanyai mengenai riwayat penyakit keluarga. Jangan kaget jika dokter menarik lembut rambut Anda untuk mengetahui seberapa parah tingkat kerontokannya.

Saat diperlukan, dokter bahkan bisa melakukan tindakan berikut ini:

  • Mencari tahu penyebab rambut rontok dengan melakukan tes darah
  • Mendeteksi ada atau tidaknya infeksi pada kulit kepala yang berpotensi menyebabkan kerontokan dengan melakukan biopsi di kulit kepala.

Penyebab

Rambut yang terlepas dari kulit kepala sebenarnya merupakan situasi normal, tetapi bisa sangat merepotkan bila terjadi secara berlebihan. Berikut beberapa faktor yang membuat rambut mengalami kerontokan:

1. Perubahan Hormonal

Perubahan yang dipicu oleh hormon bisa menjadi penyebab kerontokan rambut dalam situasi-situasi tertentu, seperti saat persalinan, kehamilan, masalah tiroid, dan menopause. Kerontokan ini bisa terjadi secara sementara ataupun permanen.

2. Masalah Medis

Kondisi medis yang dialami seseorang juga dapat menjadi penyebab kerontokan rambut. Para penderita alopecia areata, trikotilomania, dan infeksi kulit, akan menjadi lebih rentan untuk mengalami kerontokan.

Perlu diketahui bahwa alopecia areata merupakan suatu keadaan dimana rambut mengalami kerontokan secara tidak merata akibat masalah pada sistem kekebalan tubuh. Trikotilomania, di sisi lain, adalah kebiasaan seseorang yang senang mencabuti rambutnya sendiri.

3. Riwayat Keturunan

Bagi Anda yang memiliki anggota keluarga dengan masalah kerontokan, akan lebih rentan mengalami kerontokan rambut. Kondisi rambut yang rontok akibat genetik ini dikenal dengan istilah alopesia androgenik, yaitu kebotakan berpola pada wanita ataupun pria.

Pola kebotakan ini bisa diprediksi sejak usia muda. Laki-laki dengan kondisi alopecia androgenik akan memiliki bintik-bintik botak atau garis rambut yang surut di kepalanya, sedangkan wanita mengalami penipisan rambut di bagian ubun-ubun.

4. Terapi Radiasi dan Konsumsi Obat-Obatan

Terapi radiasi yang dilakukan di bagian kepala bisa menjadi penyebab kerontokan. Rambut pun mengalami pertumbuhan yang tidak normal, berbeda dengan kondisi rambut sebelum terapi.

Konsumsi obat-obatan juga dapat memicu terjadinya kerontokan pada rambut. Obat-obatan untuk penyakit, seperti depresi, kanker, hipertensi, dan masalah jantung kerap kali memiliki efek samping berupa rambut rontok.

5. Perawatan dan Gaya Rambut yang Berlebihan

Apakah Anda termasuk orang yang senang merawat dan mengganti-ganti model rambut? Perawatan dan penataan rambut yang berlebihan dapat memicu terjadinya kerontokan. Kerontokan akibat hal semacam ini biasanya dikenal dengan istilah traction alopecia.

Sebaiknya, mulailah kurangi penggunaan alat perawatan rambut bersuhu panas yang bisa menyebabkan kerontokan. Kulit kepala yang terluka dan menimbulkan jaringan parut akan membuat kerontokan rambut dapat terjadi secara permanen.